Monthly Archive:: November 2014

70’s Orgasm Club – Supersonicloveisticated EP | 70an Dalam Botol

Saya yakin sekali ketiga pemuda yang berdiri di belakang band 70’s Orgasm Club tidak pernah mencicipi masa tahun 1970-an. Mereka adalah pemuda yang tertarik dengan nyawa yang hadir dari produk musik tahun 1970-an. Nyawa tersebut disedot ke dalam botol dan kemudian disuntikkan ke nadi masing-masing. Tanpa ritual seperti ini tidak mungkin 70’s Orgasm Club bisa

Terima Kasih Kepada Mereka Yang Membuat Gig Ramai

Penjualan album terus saja menurun. Belum tampak adanya obat manjur untuk membuatnya tegak berdiri lagi dengan bangga. Sedangkan dunia pertunjukan semakin gebyar. Terdapat beberapa gig yang sepi,tapi kalau artisnya sedang atau pernah top, serta merek festivalnya sudah paten, maka aliran penonton akan masuk dengan deras. Lho katanya yang beli album semakin sedikit? Yang bisa juga

Semoga Cuaca Cerah Di Jakarta International Blues Festival 2014

Sempat terlintas di pikiran, apakah satu-satunya festival blues di Jakarta tahun ini tidak dihelat? Karena sama sekali tidak ada berita mengenainya. Akhirnya saya mendapatkan kabar gembira, festival ini akan dilangsungkan pada tanggal 29 November. Tempat berpindah tidak jauh-jauh dari Istora Senayan ke Basket Hall Senayan, Jakarta. Di ajang tahun lalu, saya sempat berpesta di bawah

Danilla – Telisik | Suara Yang Keluar Berwarna Sephia

Ada Di Sana adalah gerbang pembuka, memberikan gambaran mengenai perjalanan dengar melalui album Telisik. Suatu album pop dengan nuansa kedulu-duluan, kalau suara yang keluar dari album ini dapat difoto maka yang didapat adalah warna sephia. Secara konstan Danilla bersuara syahdu tidak ngotot menarik urat lehernya. Cukup untuk ditangkap bahwa dia menyukai apa yang sedang dia

Faith No More – Motherf—er (single) | Dari Nyanyian Anak-Anak Melompat Ke Epik

Pertama kali saya mendengarkan Faith No More, saya belum siap dengan kegilaannya. Di permukaan terasa komersial, tetapi yang sebenarnya dan yang paling asik adalah di bawah setiaplagi terdapat kesemrawutan dapur yang diorkestrasi dengan sempurna untuk mendapatkan sajian lezat. Reuni Faith No More meniukan gosip bahwa mungkin akan ada materi rekaman baru. Akhirnya keluar satu single

Dapatkan CD Bukan Di Toko CD

Teknologi yang semakin canggih dan variasi software yang tersedia membuat rekaman musik menjadi lebih mudah. Menyewa studio tidak lagi diharuskan. Dengan keahlian tertentu, rekaman di rumah bisa mengeluarkan output mirip-mirip rekaman di studio. Sejarah mencatat, ini adalah waktunya banjir produk rekaman musik. Tapi setelah satu album selesai diproduksi, apa selanjutnya? Bagaimana agar album sampai di

Romantis Adalah Mengejar Michael Learns To Rock Di Lima Kota

Walaupun berita di media disesaki oleh kekerasan dan korupsi, namun masyarakat Indonesia punya satu kesamaan sisi lembut, bahwa kita adalah spesies yang romantis. Kita adalah orang-orang yang menyukai lagu cinta yang dimainkan secara lembut dan dalam tempo tidak terburu-buru. Satu alasan sahih mengapa artis-artis dan band-band yang sebagian besar lagu hitnya dapat membuat kita menggaruk-garuk

Cupumanik – Menggugat | Empat Orang Yang (Masih) Memainkan Grunge

Indonesia punya daya serap yang tinggi untuk kebudayaan luar. Pengaruh dari barat sampai timur bisa masuk dan kemudian dikawinkan dengan gaya lokal atau dibiarkan tetap begitu apa adanya tanpa perlu menambah indentitas nusantara. Titik esktrimnya adalah ada band Indonesia yang menamai bandnya dengan jenis genre tertentu, yang bukan berasal dari negara kita. Yang unik juga,

Devourment Band Paling Brutal Untuk Bogor Kota Death Metal

Sudah saatnya menobatkan Bogor sebagai kota death metal Indonesia. Secara konsisten Bogor Death Fest menghadirkan band-band paling brutal yang pernah ada. Kali ini giliran Devourment yang akan menjajal kebrutalan massa pendukungnya pada tanggal 7 Desember di Stadion Pajajaran. Devourment adalah arti yang sebenarnya dari brutal. Mereka yang mengaku band brutal, langsung tertunduk malu ketika Devourment

Duo Gitaris Jepang Depapepe Akan Berikan Ciuman Untuk Penonton Jakarta

Duo gitaris akustik asal Jepang, Depapepe, akan kembali ke Jakarta. Sebagai penyelenggaranya adalah Marygops Studios. Sudah dikonfirmasi jadwalnya yaitu 30 Januari 2015 di Upperroom, Annex Building, Jakarta. Seperti biasanya musik dari Jepang, walaupun duo akustik ini terlihat sederhana dan kedengarannya mudah ditangkap, di balik itu terdapat lapisan-lapisan yang rumit. Serta cek solo gitarnya, bukan sekedar