Monthly Archive:: March 2015

4/5 Direction Yang Akan Datang Ke Jakarta

Konfirmasi tidak lengkapnya formasi One Direction yang akan datang ke Jakarta, dengan Zayn Malik pulang lebih awal, mengagetkan calon penonton. Ini seperti Take That tanpa Robbie Williams. Seperti Boyzone tanpa Stephen Gately. Tapi yang membedakannya adalah jauh hari sudah diketahui absennya Robie William menemani Take That di Jakarta karena dirinya sudah mengundurkan diri. Sedangkan Stephen

In Between Days Festival Kumpulkan Idola 90-an

Giliran generasi 90-an yang kini dijadikan sasaran nostalgia. Banyak dari mereka dari generasi ini yang kelewatan untuk menyaksikan artis idola di atas panggung. Walaupun sudah menua dan perut tidak bisa tertahan, idola tetaplah idola. Ini satu lagi festival yang mengeksplorasi era 90-an. Tidak hanya idola dari ranah lokal saja, dua nama internasional juga diangkat ke

Satu Malam (Lagi) Bersama Michael Bolton

Pernah ke Jakarta, pernah ke Medan, pernah ke Jakarta lagi bersama David Foster. Michael Bolton kembali lagi untuk menyanyikan lagu-lagu klasiknya yang pernah merajai tangga lagu. Dijamin, di satu malam saja, semua hitsnya akan meluncur dan membuat penonton tersenyum mengenang masa-masa indah dua dekade yang lalu. Sekali lagi ini adalah konser nostalgia. Tentu tidak ada

Rebelution Mainkan Reggae Di Jakarta Dan Bali

Yang pertama kalinya terasa segar. Band reggae Rebelution untuk pertama kalinya akan menginjakkan kakinya ke tanah Indonesia. Kunjungannya ke Indonesia yang termasuk dalam Count Me In Tour akan menjajaki Jakarta 31 Maret dan bali 1 April. Venue yang akan dipakai di Jakarta adalah Vicky Sianipar Hall. Sedangkan Bali akan mengambil tempat di Boshe. Penyelenggaranya Collective

Hammersonic 2015 Dengan Band-Band kejutan Dan Masalah Yang Sama

Hujan kembali mengguyur di akhir pekan. Dari malam sampai pagi sebelum perhelatan metal terbesar se-Asia Tenggara dibuka di siang hari, tetes hujan masih membasahi lapangan luas yang menampung sekitar 15.000 penontonnya. Walaupun panas cukup terik, tapi tidak sanggup untuk mengeringkan segenap lapangan. Di beberapa titik, di depan dua panggung megah Hammer dan Sonic, kubangan lumpur