Monthly Archive:: October 2015

Monkey Boots – Interaksi | Pasar Tradisional Berwarna Merah, Kuning Dan Hijau

Sulit untuk membayangkan menikmati reggae di pasar tradisional. Dari dulu sampai sekarang, apa yang ada di kepala saya adalah reggae enaknya didengarkan sambil bergoyang di bawah pohon kelapa, di atas pasir pantai putih dan diterpa semilir angin laut. Kenyataannya di negara asalnya, reggae tidak hanya sekedar untuk bergoyang saja. Bob Marley menyerukan untuk berdiri dan

Chunk! No, Captain Chunk! Akan Main Lagi Di Jakarta, Tapi Mengapa Belum Jelas?

Banyak yang menantikan datangnya kembali band post hardcore yang memasukkan banyak unsur pop punk dari Perancis ini ke Jakarta. Di situs resminya www.chunknocaptainchunk.com sudah tertera tanggalnya 21 November, negaranya Indonesia, kotanya Jakarta dan tempatnya di Viky Sianipar. Tapi mengapa sampai akhir Oktober ini belum jelas siapa promotornya dan berapa harga tiketnya? Sudut Dengar sudah melakukan

Keempat Kalinya Helloween Dengan Sudut Pandang Lebih Tinggi

Ini adalah untuk keempat kalinya saya menonton Helloween. Di tiga kali pertunjukan sebelumnya saya berada di dekat panggung, berdiri dan melompat sambil ikut menyanyi kencang. Untuk keempat kali saya merasa perlu untuk memakai sudut pandang baru. Saya mengambil tiket yang lebih murah, duduk di atas tribun melihat padatnya area festival. Dan saya tidak menyesalinya. Helloweennya

Siapkan Kantung Untuk Tiket 5 Seconds Of Summer

Semua kehebohan dan keriuhan menyambut bermainnya 5 Seconds Of Summer pada 5 Maret 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Tangerang, dilanjutkan dengan pembicaraan mengenai harga tiketnya. Buka situs resminya www.jakarta5sos.com untuk melihat pengaturan kelas dan harga tiketnya, atau teruskan baca post ini untuk membaca komentar kami. Sulit untuk tidak mengatupkan mulut ketika

Harga Tiket Java Jazz 2016 Mungkin Yang Paling Tinggi Dibanding Sebelumnya

Harga tiket Java Jazz Festival 2016 tahap pertama sudah bisa dilihat dan dipesan langsung lewat situsnya www.javajazzfestival.com sekarang. Di festival yang berlangsung selama tiga hari penuh, harga untuk hariannya adalah Rp 300 ribu, sedangkan untuk semua tiga harinya adalah sebesar Rp 750 ribu. Ini baru harga tiket tahap pertama yang ternyata cukup mengagetkan. Dibanding tahun-tahun

Amelia Ong – S/T | Vokal Yang Tidak Sombong

Yang menyebalkan dari format digital adalah kita hanya mendapatkan sampul depan dan musiknya saja. Tidak ada catatan mengenai siapa saja musisi yang terlibat dan produksinya. Ini yang saya alami waktu mendengarkan album pertama Amelia Ong yang judulnya sama dengan namanya. Saya yang tidak terlalu mendalami jazz jadi harus melakukan riset melalui Internet dulu mengenai Amelia

Java Jazz Pastikan Hadir Di 2016

Tidak ada keraguan, festival jazz terbesar dan terajin penyelenggaraannya di Indonesia dipastikan hadir lagi di 2016. Di situs www.javajazzfestival.com sudah muncul tanggal berlangsungnya Java Jazz Festival 2016. Kunci jadwal kamu para pecinta jazz, atau siapa saja yang ingin yang bersenang-senang dengan tontonan musik, 4-6 Maret di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Seperti biasa baru ada wish list

NTRL – 11/12 | Melakukan Apa Yang Band Lain Gagal Lakukan

Dalam peluncuran album barunya 11/12, Bagus yang menyandang tugas sebagai basis dan vokalis mengungkapkan bahwa mereka mengganti nama band mereka, Netral, menjadi NTRL. Pergantian ini dimaksudkan agar band yang sudah berdiri sejak awal 1990an bisa terdengar segar, atau dalam penyegaran merek adalah bertujuan untuk tetap relevan di dunia yang sudah jauh berubah. Tapi saya tidak

Jack U Pertama Kalinya Bermain Di DWP, Pertama Kalinya Bermain Di Asia

Akhirnya lengkap sudah line-up yang mengisi ajang pesta terbesar di Asia Tenggara, Djakarta Warehouse Project. Sebagai kejutan manis, DWP akan menampilkan duo Jack U yang beranggotakan Diplo dan Skrillex. Kedatangan Jack U juga menandakan sebagai kali pertama duo ini bermain di benua Asia. Bersiaplah untuk bergoyang saat Where Are U Now berkumandang. Tambahan lainnya yang

Vallendusk – Homeward Path | Perjalanan Menembus Dingin Eropa

Di dunia digital, saat batas-batas antara negara sudah tidak lagi terlihat, maka cita-cita artis untuk memperdengarkan atau memperlihatkan karyanya ke kancah global menjadi sesuatu yang absurd. Kenyataannya, lemparkan berkas digital ke Internet maka seluruh dunia bisa menikmatinya. Tapi lain halnya kalau dipinang oleh label yang bukan berasal dar negaranya sendiri. Ini yang terjadi pada Vallendusk,