Alter Bridge Yang Bising dan Berotot

Sebenarnya era modern rock yang diusung oleh Creed, Papa Roach dan kemudian diteruskan oleh Alter Bridge setelah bubarnya Creed adalah era kegelapan saat saya tidak memperhatikan musik. Karena warna distorsi dan vokalis yang rata-rata punya karakter sama, maskular, maka seringkali saya tertukar lagu-lagunya milik band yang mana. Tapi paling tidak saya berangkat ke arena konser dengan bekal tahu beberapa lagu hits Alter Bridge setelah sebelumnya memastikan diYouTube agar tidak tertukar.

Seminggu sebelumnya, hadir di Java Jazz tidak menghadirkan kepuasan. Hadir di Alter Bridge diharapkan dapat menghapus ketidakpuasan dan memberikan suntikan adrenalin untuk melonjak.

Sampai di arena ketika Netral hampir menyelesaikan setnya, penonton sudah memenuhi sepertiga dari luas festival. Netral dengan beberapa kekurangannya, mungkin karena usia, tetap disambut dengan tepuk tangan meriah dan sautan koor chorus oleh penonton yang baik.

Kemudian tiba penampil utamanya, Alter Bridge. Keempat anggota Alter Bridge adalah untuk kedua kalinya tampil di Indonesia dengan band yang berbeda. Myles Kennedy waktu mendukung Slash serta Mark Tremonti, Brian Marshall dan Scott Phillips sebagai personil Creed. Keempatnya berdiri dengan gagah di atas panggung, dengan badan berototnya karena itu juga disebut sebagai pengusung muscle rock, serta sebagai senjata andalan memainkan setnya dalam volume super tinggi.

IMG-20140308-00106

Saya tidak bisa mengingat kapan terakhir saya berada dalam gig dengan band di atas panggung memainkan musik sekeras-kerasnya. Volume tinngi mendatangkan kebisingan dan kemudian menusukkan adrenalin untuk bersorak dan melonjat. Begini seharusnya musik rock dimainkan secara langsung. Menyetel volume stereo setinggi-tingginya di kamar bukanlah tandingan untuk konser Alter Bridge.

Untuk pergerakan panggung, mereka bukanlah yang paling hebat. Sesekali bertukar tempat, Alter Bridge tidak memberikan atraksi berlebihan, bahkan cenderung datar. Hanya sesekali Miles Kennedy memprovokasi penonton untuk memadukan suara.

IMG-20140308-00108

Benar saja, sebagian besar set yang dibawakan tidak saya tahu. Tapi karena didorong oleh sound yang kencang, jantung dibuat berdebar lebih kencang sehingga sulit untuk tidak menikmatinya. Tangan dengan mudah teracung, kepala dengan murah dihantukkan dan kalau tidak mengingat usia, kaki akan lebih sering melayang di udara.

Di sekeliling saya, terpapar muka-muka puas yang memuntahkan lirik Alter Bridge dengan lantang melawan ganasnya suara yang keluar dari panggung. Satu setengah jam adalah waktu yang pantas untuk penggemarnya, yang sebagian besar masih muda belia.

Untuk saya sendiri, setelah digeber dengan volume tinggi, saya keluar dari arena tanpa ada gangguan di telinga. Itu sudah cukup.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail