Alvin Witarsa Project – Strings Tribute | Memainkan Ulang Pahlawannya

sudutdengar-alvinwitarsaproject-strigstribute-1

Setiap anak punya pahlawannya sendiri-sendiri. Bisa saja jagoan super dari komik Marvel dan DC, atau bagi Alvin Witarsa mereka adalah kelompok musik yang memulai perjuangannya di awal millennium kedua.

Wujud cintanya ditumpahkan dalam cara yang paling indah, menginterpretasi karya-kaya mereka dengan cara yang Alvin tahu dengan sangat baik. Dengan latar belakang aktif di berbagai orkestra, Alvin mengaransemen ulang enam lagu dari masing-masing The Adams, Efek Rumah Kaca, White Shoes & The Couples Company, Brndls ( The Brandals ), SORE dan Ape on the Roof dalam dawai gesek – walau ada juga yang dipetik.

Melodi utama dari masing-masing lagu digantikan oleh permainan biolanya. Ritemnya diserahkan tanggung jawabnya kepada orkestra kecil. Semuanya dimainkan secara instrumentalia, tanpa vokal. Seperti orkestra yang memainkan bagian lembut dan kuat, Alvin menyimpan momen-momen terbaik untuk dimainkan secara kuat. Ketika dawai tidak lagi dipetik dan semuanya digesek, Halo Beni tiba-tiba menjelma menjadi lagu jalanan yang terlihat – ya saya memakai kata terlihat – sangat cantik.

Desember menjadi semakin dingin sendu menerawang. Nomor 100% Kontrol mengantarkan kerusuhan ke tingkat yang lebih tinggi. Sedangkan Everybody Wants To Be A DJ tetaplah lagu dansa, tetapi yang dimainkan untuk para priyayi di zaman VOC.

Kelebihan dari Alvin adalah dia tahau persis jiwa dari masing-masing karya pujangga pujaannya. Ruhnya tetap ada menjaga agar tidak melenceng dari jalur, kenakalannya masih ada, serta aransemen barunya mempertegas mengapa nama-nama ini menjadi legenda dari generasi baru Indonesia.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail