Artis Dan Citranya, Tantangan Di Era Informasi

Sebagai artis musik, tidak segalanya tentang membuat musik dan memperdengarkan ke penggemar, Industri musik (kalau industri ini masih ada) telah mendorongnya lebih jauh. Penggemar perlu fantasi untuk dipenuhi, suatu sosok visual yang diwujudkan dalam citra oleh sang artis. Citra ini dipertunjukkan ke publik melalui video klip, aksi panggung dan gaya hidup. Senang rasanya melihat artis rock pujaan berkata kasar dan melempar gitar di atas panggung. Senang rasanya artis kesayangan memiliki cerita cinta yang dramatis. Dan senang rasanya melihat Miley Cyrus melempar keluar Hannah Montana, menggantikannya dengan bertelanjang hanya mengenakan Doctor Martens dan menjilat palu.

)

Kalau saja Miley Cyrus tidak hidup di era informasi, gelombang publisitas tidak akan sekarang ini. Media arus utama mengulas secara habis-habisan lagak polah Miley dan kemudian bahan terbaru muncul dari surat terbuka Sinead O’Connor yang memberikan saran kepada Miley untuk bagaimana caranya menghadapi industri musik secara lebih bijaksana.

)

Internet membuat berita ini mudah sekali tersebar. Dengan cepat mendunia melalui lompatan dari satu URL ke URL lainnya. Ditambah lagi dengan tangan gatal pengguna Internet yang dengan buas memberikan komentar lewat media apa pun yang ada di web.

Kalau saja tidak punya syaraf yang kuat, dengan mudah popularitas bisa menghantam balik di Internet. Tidak heran banyak artis tidak mau untuk googling namanya sendiri, bahkan yang paling ekstrim tidak mau bersentuhan dengan dunia maya. Ini berseberangan dengan mereka, para artis yang dengan masif memanfaatkan Internet untuk menjual citra sekaligus menjual produknya.

Ingin menjadi figur publik? Bersiap-siap untuk menerima yang paling jelek, yang bahkan tidak terpikirkan sama sekali. Dramanya akan menjadi konsumsi publik yang ingin tahun dengan pendapat orang lain dan gemas ingin berkomentar, apa pun isi komentarnya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail