Artis dan Politik, Mengapa Hanya Harus Berhenti Sebagai Pengisi Acara Panggung Saja?

logo-pemilu-2014-okkkk

Perhitungan cepat dari Pemilu legislatif 2014 menunjukkan tidak ada satu partai pun yang perolehan suaranya mencapai 20 persen atau lebih. Tidak berapa lama, mereka sudah turun membuat pertemuan-pertemuan untuk mengalang koalisi. Melihat hasil ini, bahkan satu koran ibukota memberikan headline nyinyir, Jokowi Effect Tidak Berefek.

Hei, sejak kapan Sudut Dengar mengomentari politik? Mau jadi blog yang serius? Tentu tidak.

Mari berkhayal saja dulu. Tiba-tiba artis musik dengan lugas dan tegas menyuarakan dukungan politiknya terhadap partai atau individu tertentu. Glenn Fredly pernah melakukannya dengan secara terbuka menyuarakan dia mendukung Faisal Basri sebagai gubernur Jakarta, tapi kali ini lebih banyak lagi artis dengan nama besar.

Para artis musik sudah muak dengan peran mereka yang hanya dibayar untuk bernyanyi di atas panggung agar massa mendapatkan hiburan gratis setelah mendengarkan orasi yang membosankan.Para artis dangdut sudah bosan menggoyang pinggulnya agar lapangan yang kena panas terik matahari semakin panas. Mereka sudah muak dengan kondisi negeri ini yang tidak kunjung membaik, apalagi dengan pembajakan yang sepertinya tidak bisa dihentikan.

Langsung saja kita berangan-angan, artis yang punya basis massa besar, Iwan Flas dan Slank bersuara, “Saya (atau kami) mendukung Anu untuk menjadi presiden.”

Betapa serunya kalau hal ini bisa terjadi. Di setiap kampanyenya, dipastikan massa yang datang akan berduyun-duyun. Si Anu tersenyum-senyum di samping panggung hampir memastikan suara yang akan didapat dari penggemar Slank dan Iwan Fals. Mereka yang dinilai kritis dalam mengkritik negara, kini mendukung calonnya. Ini pasti pilihan yang tepat, pikir penggemarnya.

Para pemilih yang mendapatkan informasi sepotong-sepotong dari media yang dikuasai oleh politikus, menjadi mantap. Panutannya sudah menentukan pilihan. Saatnya untuk masuk ke bilik suara dan mencoblos apa yang dianjurkan oleh panutannya. Mereka yakin, artis ini tidak dapat dibeli dengan uang. Artis ini memberikan dukungan karena memang si Anu layak untuk didukung.

Kalau saya sudah memikirkan seperti ini, mereka yang pintar-pintar duduk di kursi partai pasti juga sudah memikirkannya. Lalu mengapa Slank dan Iwan Fals tidak menunjukkan dukungan kepada partai apapun dan siapa pun? Mungkin karena di antara yang mendekatinya, Slank dan Iwan Fals belum sreg benar.

Penggemar masih harus menunggu.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail