Danilla – Lintasan Waktu | Cara Unik Gambarkan Cantik

Tidak perlu waktu lama, dari nomor pembukanya saja, sudah terdengar bahwa album terbaru Danilla yang diberi judul Lintasan Waktu masih tetap menggunakan nuansa zaman dulu untuk menonjolkan sisi kelam pop, seperti album sebelumnya, Telisik. Mengandalkan vokal rendahnya yang berat, semua lagu berjalan pelan seakan memerangkap dalam waktu. Tidak perlu tergesa-gesa untuk menyusuri keseluruhan album sepanjang 46 menit.

Walau punya bau yang sama dengan album sebelumnya, Danilla kini melangkah lebih jauh ke relung yang lebih kelam. Dia menanggalkan pop tanggung yang masih ada di Telisik, untuk mengeksplorasi suara instrumen pendukungnya. Gitar, piano dan synthesizer berhasil untuk turut menonjol menambah rasa pekat yang mencekam.

Di Laguland, suara drum muncul belakangan untuk memperkuat romansa gelap paduan gitar dan vokal. Di nomor Entah Ingin Ke Mana, duetnya dengan Raden Moch Sigit Agung Pramudita, seperti nyanyian dari dua dunia yang berbeda namun anehnya berhasil.

Hanya di trek Meramu, walaupun sedikit namun Danilla masih terasa genit. Keluar dari pakem yang ditulis sebagai pijakan di album ini, trek ini sempat menjadi penyegar. Seperti halnya suatu film horor pasti ada masanya juga setannya tidak muncul.

Karena itu rasanya aneh membaca di media – dikutip dari acara peluncuran album – bahwa album ini menceritakan kejelekan-kejelekan tapi dibuat cantik. Setelah mendengar secara keseluruhan, tidak salah lagi Danilla Riyadi punya cara unik untuk menggambarkan istilah cantik.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail