Dunia Gig Berada Di Twitter

Twitter_blue music (2)

Hanya tiga hari menjelang hari H, satu ciutan dari Twitter Chris Brown memberitahukan bahwa pertunjukannya di Indonesia harus ditunda karena masalah keamanan. Kemudian diketahui bahwa Chris Brown tertahan di Filipina karena masalah legal. Lagi-lagi Chris Brown urung naik panggung di Indonesia, seperti yang dikhawatirkan oleh calon pembeli tiket. Dan lagi-lagi pengumuman pembatalannya dilakukan lewat Twitter.

Dunia sudah berubah, bagi yang sudah cukup lama tinggal dan berjalan di atasnya. Sebelum era 2.0 untuk memberikan pengumuman kepada banyak orang, kendaraannya adalah media. Kini cukup berkicau 140 karakter atau kurang, pengumuman resmi bisa dilakukan dan langsung diterima oleh target.

Dalam dunia gig, Twitter memiliki posisi penting. Peran media tradisional sudah tuntas diambil alih oleh Twitter. Banyak gig yang pengumuman perdananya melalui Twitter. Update selanjutnya pun melalui Twitter semisal, harga tiket, tempat acara dan susunan artis pengisi festival. Sampai penyanggahan dan pembatalannya pun melalui Twitter.

Lagi-lagi Chris Brown diambil sebagai contoh. Di kejadian sebelumnya, Chris Brown melalui Twitter menyanggah bahwa dirinya ada jadwal untuk beraksi di Jakarta. Di kejadian selanjutnya di 2015, Chris Brown mengkonfirmasi jadwalnya mampir di Indonesia lewat Twitter, kemudian mengurungkannya lewat Twitter juga. 140 karakter cukup, dibandingkan banyak paragraf lewat siaran pers.

Twitter juga menjadi sarana favorit promotor pertunjukan. Beberapa promotor besar mempunyai jumlah pengikut yang besar, sampai puluhan ribu. Cukup untuk mengisi pertunjukan di arena besar semacam ICE di BSD City.

Dipercayai para pengikut di Twitter adalah mereka yang benar-benar tertarik dengan dunia musik, khususnya dunia gig. Mereka tidak ingin tertinggal berita jika ada kabar perdana siapa artis berikutnya yang akan dipentaskan, serta kapan tiket mulai dijual. Tanpa mengikutinya, maka konsekuensi terbesarnya adalah kehabisan tiket.

Jadi kalau ada yang bilang, “Koh gue nggak tahu si anu main di Jakarta.” Berarti orang itu mengikuti media yang salah. Jangan mencari berita gig di koran dan media on line yang tidak memiliki kekhususan, mereka lebih sibuk untuk memberitakan berita politik dan ekonomi. Ikuti situs dan Twitter yang selaras selera. Seperti situs Sudut Dengar yang memberikan gig update dan Twitternya @sudutdengar rajin memberikan informasi gig yang terdekat.

Jangan lagi ada alasan ketinggalan berita.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail