Hal Yang Harus Diperbaiki Di Hammersonic, Festival Metal Terbesar Se-Asia Tenggara

hammersonic 2013 1

Dengan tiket dua hari di tangan, saya teringat pada pengalaman menonton Hammersonic edisi pertama. Sebagai festival, Hammersonic punya misi besar untuk menjadi festival metal terbesar di Asia Tenggara, belum bisa menjadi yang terbesar di Asia, karena masih ada Jepang yang rasanya sulit tertandingi. Di edisi pertama, dalam satu hari saja, di dua panggung, barisan line-up yang didominasi death metal bisa mengisi kerinduan akan perlunya festival metal besar di tanah air.

Tapi dua panggung yang secara bergantian terus menerus diisi oleh band-band yang menggempur penonton, yang menjadi pusat perhatian utama, justru menyisakan masalah yang terus diingat. Satu panggung bermasalah pada sound yang selalu rewel saat awal-awal band memainkan nadanya. Sedangkan panggung satunya lagi memberikan masalah pada mata, karena lampunya yang sesekali sangat menyilaukan.

Menjelang malam, saat perut mulai menuntut untuk diisi, booth-booth penyedia makanan diserbu oleh mereka yang sudah bersimbah keringat. Alhasil, belum juga festival tiga perempatnya selesai, makanan sudah kering. Untungnya, edisi pertama Hammersonic bertempat di Senayan yang di sekeliling pagarnya menyediakan jajanan yang membuat saya memaafkan strategi makan saya yang salah, yaitu seharusnya makan sebelum jam makan.

Saya harapkan dua hal itu sudah diatasi untuk gelaran Hammersonic edisi kedua yang akan diadakan di ujung minggu ini. Panggung yang nyaman dan makanan yang mudah didapat adalah syarat mutlak untuk menikmati festival metal terbesar di Asia Tenggara ini. Line-up yang bervariasi dan kepercayaan saya bahwa manusia belajar dari kesalahan, membuat saya untuk mantap bertandang lagi ke Hammersonic.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail