Hellcrust – Kalamaut | Roller Coster Kecepatan Tinggi Dengan Jalur Berkelok

Hellcrust Kalamaut Review Album

Jangan tertipu dengan trek kedua yang merupakan trek sebenarnya setelah trek pertama yaitu trek intro. Karena trek kedua ini bagaikan trek intro untuk masuk selanjutnya ke trek yang sesungguhnya, muka Hellcrust yang sebenarnya.

Penggemar Lamb Of God jangan terburu-buru bahagia. Trek kedua, Janji Api, dari album penuh pertama band yang kini berisikan empat orang mantan Siksa Kubur tidaklah menunjukkan kecepatan sebenarnya. Ini hanya pemanasan bagi pendengar album Kalamaut untuk menarik kuping dengan impian yang manis untuk kemudian dilemparkan ke jalur roller coster yang berkelok-kelok dan tanpa rem.

Trek ketiga dan selanjutnya adalah perjalanan menaiki wahana terkelam tanpa ada kesempatan untuk menengok kembali ke belakang. Perhatikan dengan seksama, karena untuk benar-benar menikmatinya perlu fokus kuping yang tinggi. Tidak hanya sekedar menyumpal kuping dengan earphones murahan saat menunggu bis datang, melaju di tengah kemacetan ibukota dan berkutat dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya.

Hampir tidak ada pengulangan, membantah formula sebuah lagu harus dengan verse dan chorus. Mulai dari trek Manta Prawira, telinga akan dikagetkan dengan rentetan variasi blast beat, harmonisasi melodi dan riff berat. Di beberapa kesempatan riff melodik mengambil posisi sebagai elemen utama mengiringi kecepatan ketukan drum dan beringasnya vokal.

Dengan citra suara yang kedengaran lebih modern – ya yang saya maksud adalah riff melodik yang cukup banyak itu – maka tidak heran kalau Hellcrust menjadi band baru, dengan muka lama, yang namanya bisa dipampangkan besar di poster festival untuk menarik massa lebih besar.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail