Indische Party – Analog | Perayaan Suara 1960an

sudutdengar-indischeparty-analog

Awal periode 2000an, banyak anak-anak muda Indonesia yang membentuk band di luar jalur arus utama dan menggilai sound 1960an. Ada yang mengambil referensi lokal, dan ada juga yang mengambil artis luar negeri sebagai inspirasi. Pemekaran dari banyak band ini melahirkan satu band lagi yang diberi nama Indische Party.

Keempat orang yang tergabung di band ini kembali merilis album, setelah sempat menuai banyak berita karena berkesempatan untuk melakukan rekaman di studio legendaris Abbey Road. Di album kedua yang diberi nama Analog, di film dokumenter pendek yang menggambarkan proses rekaman album ini, mereka mengatakan bahwa album ini direncanakan lebih matang untuk mengeluarkan sound vintage.

Yang saya lihat dari dokumenter ini adalah keriangan disertai dengan keseriusan dalam perjalanan menuju hasil akhir. Sebagai bukti keriangan lainnya adalah diadakannya sesi foto di Dunia Fantasi untuk melengkapi artwork dari album Analog.

Untuk album yang dirilis dalam format digital terlebih dahulu, informasi yang didapat dari film dokumenter sangat membantu guna menyerap lebih dalam esensi dari keseluruhan album. Pencarian sound adalah bagian yang menarik. Pukulan drum dan simbal, serta petikan gitar dan bass diperhitungkan untuk mendapatkan rasa zaman dahulu dengan kebersihan teknologi digital.

Sebagai nomor pembuka, Terkapar Sudah bisa menarik sekaligus membius. Membawa masuk ke mesin waktu dan mengembara saat rock n’ roll bukan hanya komoditas perusahaan rekaman tapi merupakan sebuah pernyataan.

Serigala yang dirilis terlebih dahulu sebelum albumnya keluar bagai disiapkan untuk mengisi soundtrack film Quentin Tarantino berikutnya. Berisi petikan gitar yang agresif – kalau dipakai tahun 1960an sebagai barometernya – Japs sebagai vokalisnya menyambar setiap kesempatan untuk menyalak.

Pemujaan lanskap musik 1960an tidaklah lengkap kalau tidak ada nomor teduh dengan vokal berlapis yang tebal seperti Ingin Ingin Dekatmu. Perayaan yang dibesut oleh Demajors, ditutup dengan nomor pendek Paula Abdul yang membuat rilisan ini semakin aneh sekaligus layak untuk dibincangkan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail