Intro Panjang Untuk Sampai Ke Video Klip Slow Dari Young Lex Dan Gamaliel

sudutdengar_videoPernah ada waktunya televisi yang berada di ruang keluarga menjadi tempat video klip para artis bisa dilihat. MTV adalah biangnya. Stasiun televisi pendobrak pada masanya karena saat yang lain mengutamakan berita, olah raga dan film serial, MTV dengan sablengnya berfokus kepada musik.

Dengan adanya MTV, artis memiliki medium lain untuk mempromosikan albumnya – ya pada saat itu artis masih mengutamakan penjualan album – yang sebelumnya hanya berkisar kepada metode-metode tradisional seperti iklan di koran dan majalah serta pemutaran lagu di radio. MTV tidak hanya mengeluarkan suara, ini adalah terobosan di mana artis bisa terlihat, bergerak dan menunjukkan citranya.

Seleksi yang dilakukan oleh MTV terhadap video klip yang masuk dan akan diputar di jaringannya membuat artis dan pembuat video menjadi semakin kreatif. Artis perlu untuk mendapatkan jatah tayang lebih banyak di MTV, karena durasi kemunculannya ditopang oleh berapa besar minat pasar terhadap videonya.

Setelah melibatkan perhitungan berapa besar perkiraan penjualan album, maka disiapkanlah anggarannya. Untuk artis besar dengan kantung tebal serta dukungan hebat dari label, penayangan video klip di MTV juga akhirnya berujung kepada kompetisi video mana yang paling mahal. Michael Jackson sebagai penyandang gelar raja pop adalah pemegang rekornya. Video klipnya bertajuk Scream yang berduet dengan saudarinya sendiri, Janet Jackson, adalah video termahal sepanjang masa. Dan untuk menunjukkan betapa seru dan pentingnya peran MTV pada saat itu, penayangan perdana Scream bisa dilihat di sana dengan sebelumnya didorong iklan yang sama masifnya.

Zaman internet datang, MTV kehilangan pamornya bahkan memposisikan ulang tayangannya dengan tidak lagi hanya didominasi video klip. Jualan utamanya kini adalah – seperti televisi lainnya – tayangan serial dan reality show. YouTube membuka diri bagi artis-artis, punya uang ataupun tidak punya uang, untuk mengunggah video klip mereka untuk kemudian memberi kesempatan bagi dunia untuk melihatnya.

Keterbukaan Internet membuat kreatifitas semakin menggila. Uang bukan lagi jaminan untuk membuat video klip yang bakal ditonton oleh jutaan pemirsa. Tidak lagi ditemukan tepukan dada bahwa videonya adalah yang paling mahal, walaupun beberapa artis besar seperti Coldplay, Katy Perry dan Taylor Swift mengeluarkan cukup banyak uang  untuk video klipnya. Namun tidak akan ada lagi yang menyamai Scream-nya Michael Jackson.

Pada saat yang bersamaan, perangkat untuk membuat video semakin mudah dan murah didapat. Mereka yang fasih memanfaatkan Internet serta perangkat digital adalah anak-anak muda. Indonesia dengan tingkat pengguna Internet yang tinggi, dilihat dari jumlah pengguna telepon pintar yang besar, juga merupakan pasar bagi artis untuk mempertontonkan karyanya lewat YouTube.

Young Lex adalah salah satu anak muda yang paling fasih dalam mengemas penjualannya lewat layar LED. Sebagai rapper, setiap bulannya dia bisa mengeluarkan lagu baru beserta dengan video klipnya. Ditambah dengan konten video lainnya yang belum tentu berhubungan langsung dengan lagunya, Young Lex bisa dibilang setiap harinya bergelut dengan video.

Ini adalah cara dia untuk mempopulerkan namanya. Cara dia untuk menjangkau pasarnya, agar pasar memesan jadwalnya untuk naik panggung, agar pasar membeli merchandise-nya, agar para pemilik merek menempelkan mereknya di badannya. Bukan untuk menjual album, karena jangan-jangan penjualan albumnya YOGS jauh di bawah penghasilannya yang lain.

Untuk mengeluarkan video klip single setiap bulan tentunya bukan hal yang mudah. Kreatifitas pastilah salah satu tantangan utamanya agar setiap video klipnya tidak terlihat sama satu dengan yang lainnya serta membosankan. Anggaran adalah tantangan lainnya. Dilihat dari banyaknya video yang dikeluarkan di saluran YouTube Young Lex, biaya yang dikeluarkan untuk produksi dan sumber daya manusia tidaklah sedikit. Belum lagi perencanaan dan eksekusi produksi. Bisnis yang dijalankan oleh Young Lex bukan lagi bisnis iseng-iseng. Ini bisnis serius.

Bagaimana pun bisnis di belakangnya, video adalah produk akhir yang kita lihat. Pada akhirnya karena video sejatinya adalah produk kreatif, adalah sebuah kesenangan untuk menonton video yang kreatif. Tentunya semakin seru untuk melihat ke depan bagaimana Young Lex berkiprah dan terobosan apa yang akan dibuatnya.

Untuk saat ini, mari kita nikmati dulu video singlenya yang terbaru. Berkolaborasi dengan Gamaliel, sepertiga dari trio Gamaliel Audrey Cantika, video bertajuk Slow adalah video single terbaik, dengan lagu terbaik, yang dimiliki oleh Young Lex. Bergaya koreografi dengan one shot, walaupun bukan ide yang sepenuhnya baru, video slow motion tetap enak untuk dilihat.

Di lagu ini juga disebutkan bahwa terkadang kita juga harus menginjak rem sejenak toh semuanya akan baik-baik saja. Tapi bagi Young Lex, mungkin belum waktunya untuk berpelan diri.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail