Issues, Tidak Ada Penonton Yang Aman

IMG-20140816-00205

Aktivitas yang terlalu banyak dari pagi hari sampai sore membuat saya kelelahan dan hampir melewatkan Issues yang naik panggung di Parkir Kolam Renang Senayan. Apalagi untuk band yang satu ini, saya sepenuhnya buta dan tuli akan nomor-nomor mereka. Tapi mengingat beberapa kali aksi seru band post hadcore terlewatkan oleh saya, akhirnya saya memutuskan unntuk berangkat.

Sengaja saya masuk area konser di saat Issues sedang mempersiapkan setnya. Agar saya punya waktu istirahat sejenak di rumah, serta melewatkan band-band pembuka yang saya pernah tonton sebelumnya. Formasi drum, bass, gitar, DJ dan dua vocal, begitu ramai di atas panggung, seharusnya akan membawa aksi yang seru. Kalau dengan sebegitu banyak orang, mereka berdiri seperti patung, maka mereka bukanlah bagian dari post hardcore.

Benar saja, baru di nomor pembuka, Issues sudah langsung membakar massa. Dua vokalisnya tidak hentinya melompat, pemain bass memamerkan keahliannya dengan atraktif dan sang DJ sering keluar dari sarangnya bermain dengan kamera GoPro untuk menangkap reaksi penonton yang menggila.

Dari membanjirnya produk post hardcore hanya sedikit yang bisa saya tangkap. Struktur lagu mereka yang tidak biasa – banyak mengadopsi struktur death metal yang tidak peduli verse dan chorus – membuat saya sering tersesat membedakan satu lagu dan lagu yang lain. Lagu Issues memang tidak saya kenal, tapi pertunjukannya bisa membuat saya mengikuti energinya. Ketika breakdown muncul, maka badan pun dibungkukkan serendah mungkin. Ketika irama melonjak, maka badan ikut terbang ke udara. Yang tidak bisa saya ikuti adalah menyanyi bersama ketika memasuki bagian irama melodik bersih. Sedangkan di sekeliling saya, penonton lain sangat menikmati dan sanggup untuk melantukan setiap liriknya.

Yang terasakan adalah energi menyembur dari atas panggung dan dilontarkan kembali oleh penonton. Gaya post hardcore standar, dipadu dengan pop ringan, funk dan sesekali djent adalah pemicunya. Provokasi dobel dari duo vokalis untuk melompat, menghantamkan kepala, mengacungkan tangan ke udara, mosh pit dan wall of death membuat tidak ada penonton yang aman. Tidak ada yang berdiri tenang, semua merapat dan melampiaskan emosi. Semua bergerak dalam pusaran energi.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail