Kolektor Akut Kumpulkan Banyak Macam Dari Satu Artis

sudutdengar_danang_queen1

Seseorang bisa dikatakan sebagai kolektor artefak produk musik jika dengan tekun mengumpulkan salah satu atau lebih dari kelima produk utama musik seperti di posting yang lalu. Kolektor kelas lanjutan akan mengumpulkan diskografi lengkap dari banyak artis. Kolektor kelas akut akan menjelajah lebih dalam dan lebih jauh dari hanya sekedar mengurut diskografi.

Kolektor akut bukan hanya pengumpul dari satu artis saja. Artis-artis lainnya kalau disukainya pasti akan disambar juga. Tapi di hatinya ada satu atau dua artis yang dia akan perjuangkan untuk mendapatkan selengkap-lengkapnya, sampai taraf orang lain akan geleng-geleng kepala.

Mari mulai bayangkan. Sebut saja kolektor akut ini dari segumbreng banyak koleksinya dia memfokuskan kepada satu artis legendaris. Sebut saja band dari Inggris yang berdiri dari tahun 1970, Queen. Rilisan rekaman studio dari Queen berjumlah 15, jika dari masing-masing rekaman studio ini dikoleksi ketiga produk fisiknya kaset, compact disc dan piringan hitam, maka 3 X 15 = 45.

Kemudian hitung berapa banyak rekaman live-nya. Dari jumlah 9 dikalikan tiga lagi, jumlahnya 27. Berlanjut ke album kompilasi yang jumlahnya 15, kalikan tiga lagi, jumlahnya 45. Dari ketiga macam rilisan resmi ini saja, jumlahnya sudah mencapai 117.

Untuk rilisan resmi belum selesai sampai di sini saja. Itu baru rekaman versi standar. Biasanya setiap judul album juga dirilis edisi deluxe. Isinya adalah lagu-lagu inti di albumnya ditambah dengan beberapa bonus lagu, bisa berupa lagu demo, versi live atau lagu yang tidak dirilis – tapi kok ya dirilis di versi deluxe.

Karena Queen adalah artis berstatus legenda dan karirnya sudah terbentang jauh, maka muncullah versi remaster. Sebut saja semua rilisan rekaman studio memiliki versi remaster, maka jumlahkan lagi 45. Total sudah mencapai 162.

Semakin tergila-gila, maka perburuan akan semakin jauh ke dalam ke titik tidak akan kembali lagi. Target berikutnya adalah bootleg rekaman dari pertunjukan langsung. Tidak diketahui jumlah pastinya karena pada dasarnya ini adalah produk tidak resmi.

Berbicara tidak resmi ada lagi yang sebenarnya bersifat ilegal tetapi sempat beredar luas di Indonesia. Di suatu zaman dahulu kala, ada zamannya siapa pun di negeri ini bebas memproduksi, menduplikasi dan menjual produk rekaman tanpa lisensi, alias tanpa izin. Sampai kemudian dikeluarkan peraturan mengenai hak cipta, barulah Indonesia masuk ke zaman lisensi.

Di zaman bebas itu, muncullah rekaman studio yang tidak hanya diproduksi oleh satu label saja, kompilasi yang disusun terserah oleh si produsen sampai menduplikasi hanya audionya saja yang sumbernya berasal dari kaset video berisikan pertunjukan langsung. Apa yang tidak ada, bisa ada pada zaman itu.

sudutdengar_danang_queen2

Terjerumus semakin dalam, bukan hanya kaset, compact disc dan piringan hitam yang dicari. Perburuan meluas sampai ke produk fisik video pertunjukan langsung yang bisa berupa kaset video, VCD sampai DVD Blu-Ray yang sekarang paling mutakhir.

Dan ini hanyalah sebagian kecil dari serunya skena perburuan di persilatan permusikan Indonesia. Daftarnya bisa semakin panjang ke bawah atau ke kiri dan ke kanan hanya dari satu artis saja.

Kredit foto: koleksi pribadi Danang Suryono, penggemar berat Queen dan Rush dari hati

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail