Masa Lalu Dan Kekinian Di Streaming Musik

sudutdengar_spotify_newrelease

Awalnya saya meragukan apakah layanan streaming musik hanya sekedar tren saja untuk menampilkan format baru dari mengkonsumsi musik atau benar-benar memberikan pengalaman baru. Dua teman saya berhasil menyakinkan saya untuk berlangganan satu layanan streaming musik, dan dalam satu tahun ini sudah empat layanan streaming musik saya pernah dan sedang pakai.

Dengan sabar, teman saya menjawab berbagai pertanyaan berdasarkan pengalaman merea menjadi pelanggan. Kemudahan berlangganan, sangat mudah. Dapat berhenti sewaktu-waktu, bisa. Praktisnya dapat diunduh ke perangkat mobile, ini termasuk dalam jualan utamanya. Lalu pertanyaan maha penting. Internet sudah menyediakan hampir semua – atau mungkin bisa disebut segalanya – untuk kebutuhan musik saya, itu adalah keraguan pertama saya mengapa saya kali ini perlu membayar untuk sesuatu yang sudah ada? Di YouTube, cari album tertentu, maka seketika akan muncul. Semudah itu, lalu kenapa sekarang harus beralih dari yang gratis ke berlanganan?

Walaupun tidak lengkap mengandung semua musik yang diproduksi di dunia, layanan streaming musik memiliki banyak sekali lagu. Seperti masuk ke dalam toko CD yang besar. Mau bagaimanapun besarnya, pasti ada saja CD yang tidak tersedia. Sedangkan layanan streaming musik seperti masuk ke perpustakaan terbesar di dunia, membayar biaya keanggotaan yang terjangkau, maka saya sudah bisa mendengarkan musi di tempat atau meminjamnya untuk didengarkan saat di luar perpustakaan. Apakah semua musik ada di sana? Tentu saja tidak, tetapi koleksi musiknya terus bertambah, baik katalog lama maupun rilisan baru.

Ketika membaca satu artikel mengenai album-album terbaik yang pernah ada dan begitu menarik penulisnya menggambarkan betapa album ini harus didengar sebelum mati, tentunya mengesalkan ketika menyadari koleksi CD di rumah masih banyak yang kurang dan di Internet tidak ditemukan album yang dicari untuk didengar secara gratis karena adanya hak cipta. Masalah ini hampir sepenuhnya dapat diselesaikan lewat layanan streaming musik.

Dan hari Jumat adalah hari yang paling menggembirakan buat saya. Seperti hari agung film di hari Rabu, untuk musik, Jumat adalah harinya. Di hari itu, album dan single baru dirilis secara serentak. Tidak ada lagi bedanya, Amerika, Eropa dan Asia, semua bisa langsung mendapatkan lagu-lagu terbaru. Akhir pekan saya kini penuh dengan lagu-lagu terbaru di kantung. Hal ini tidak bisa terjadi kalau mengandalkan produk rekaman fisik. Bersusah payah mencari versi gratisnya di Internet? Masa-masa itu tidak akan terulang kembali.

Untuk kenikmatan yang berlimpah-limpah itu, Spotify menawarkan harga berlangganan paling murah di Indonesia. Untuk akun tunggal seharga Rp 49.990 atau kurang dari 14 ribu rupiah untuk setiap akun  di enam akun yang tersedia untuk satu paket keluarga.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail