Prambors Adalah Radio Paling Serem

sudutdengar_prambors

Hilangnya peran radio sebagai pencetak hit, digantikan oleh Internet, mau tidak mau membuat radio harus memikirkan ulang isi yang harus dipancarkan untuk pendengarnya dan posisinya di dunia media. Untuk menjawab tantangan ini, survey pun dilancarkan untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh target pasarnya.

Survey menyarankan bahwa radio tidak lagi terlalu perlu untuk memutar lagu yang belum berpotensi menjadi hit, atau dalam arti rilisan baru. Pendengar ingin mendapatkan apa yang telah terbukti di Internet dan di masa lalu. Putar hanya lagu-lagu hit yang jelas bisa membuat pendengarnya bernyanyi mengikutinya.

Penyiar juga mengalami perombakan. Posisi mereka menjadi semakin penting karena mereka tidak hanya sebagai perpanjangan tangan dari pemutar lagu. Mereka adalah para penceloteh yang berkomunikasi dengan pendengar, dan membuat pendengar semakin terikat kepada radio. Tidak jarang kini penyiar justru menjadi jualan utamanya, dibandingkan sejatinya radio sebagai pemutar lagu.

Punya dua senjata tidaklah cukup untuk dapat bertahan lebih lama di pasar yang sangat mudah terganggu. Inovasi di luar kotak adalah yang diperlukan untuk membuat radio tidak hanya sekedar kotak yang berbunyi tapi menjadi merek yang dimaui. Prambors benar-benar melakukannya di luar kotak, di luar medium radionya sendiri.

Prambors juga ingin mengendarai ombak besar video yang menerpa para kawula muda. Angka jumlah pemirsa yang muncul di YouTube semakin hari semakin tinggi. Prambors merasa perlu dan kini adalah saatnya untuk semakin serius tidak hanya menjadi radio saja.

Salah satu serial yang dengan serius digarap oleh Prambors adalah Serem Merem, saat ini sedang dimulai musim ketiga. Dibanding dengan dua musim sebelumnya, musim terbaru ini memberikan serba lebih. Lebih baik tata cahayanya, lebih baik make-upnya, lebih baik scoring musiknya, lebih baik tata kameranya, lebih baik editingnya, lebih baik ceritanya, dan yang pasti lebih serem sehingga membuat untuk ingin merem tapi penasaran dengan ujung ceritanya.

Serem Merem menempatkan para pegawai di Radio Prambors sebagai pemain utamanya, dengan menjadikan kantor Prambors sebagai kantor radio paling ngeri di dunia. Momen serem bisa terjadi di studio maupun di meja karyawan. Cerita-cerita horor urban yang beredar di masyarakat dikemas ulang ceritanya dan dipindahkan lokasinya ke kantor radio Prambors. Dengan durasi pendek – paling lama lima menit – ini adalah lagu hit baru yang dimiliki oleh Prambors.

Cara ekstensi produk seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di dunia media. MTV yang sudah punya visi jauh-jauh hari bahwa pemirsa musik di televisi tradisional akan jauh berkurang, sudah bersiap-siap menggarap acara televisi yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan musik.

Baru-baru ini, AT&T operator telekomunikasi terbesar di Amerika Serikat sudah menjalin kesepakatan untuk membeli mogul media Time Warner, rumah dari serial Game Of Thrones, sebesar 85,4 milyar dollar. Satu lagi pertanda perubahan zaman. Para pemilik jalan perlu untuk mengisi papan reklame dan area peristirahatan agar pemakai jalan tidak perlu mengeluarkan uangnya untuk masuk ke warung yang lain.

Para kreatif pembuat konten bersiaplah menyambut era konten. Prambors sudah tiga langkah berada di depan menyambut perubahan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail