Skid Row Yang Set Listnya Mirip Dengan Lima Tahun Lalu

DSC00320

Kalau bukan karena saya sangat suka dengan album pertama dan kedua Skid Row, saya pasti akan melewatkan kedatangan kedua kali band ini. Di pertunjukan mereka beberapa tahun yang lalu, hampir semua nomor di album pertama mereka bawakan, menyisakan sedikit tempat untuk album kedua dan lebih sedikit tempat untuk album-album barunya. Apalagi yang bisa diharapkan di pertunjukan kali ini? Karena harga tiketnya bisa dibilang murah, maka saya pun berangkat.

Baru saja mendarat dari perjalanan panjang ke Indonesia, kelima personil Skid Row terlihat lelah. Bahkan Johny Solinger masih mengira pertunjukannya di Jakarta adalah hari Senin, padahal sudah hari Selasa. Pertunjukan mereka di Ancol beberapa tahun lalu menunjukkan mereka punya energi lebih dan pantas menyandang predikat hairband liar. Yang terlihat di Ancol tidak terlihat di Senayan.

Dengan berbagai kendala teknis, mereka terlihat cukup sabar menghadapinya. Johnny Solinger menjadi cukup sibuk untuk lebih banyak bicara agar dapat menutupinya, walaupun penonton tahu dan maklum.

Kendala lainnya di kuping penonton adalah suara yang keluar tidaklah sebagus band yang lebih dulu tampil, yaitu Jamrud. Muntahan nada hard rock 80-an tidak keluar dengan maksimal untuk menghujamkan kesan bahwa mala mini kita sedang berpesta bersama Skid Row. Padahal inti dari pertunjukan hair band 80-an adalah berpesta.

Dari kelimanya yang kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh, hanya Scotti Hill yang mengeluarkan aura saat memainkan gitarnya. Yang lainnya terasa datar. Tanpa banyak bergerak, Scotti cukup maju mundur dengan sedikit langkah, menggerakkan pundak ke kiri dan ke kanan, serta menujukkan mimic muka yang beragam ketika gitarnya dipetik. Tanpa bicara, kalau memainkan dengan hati, maka dapat dirasakan oleh yang mendengarnya (dalam hal ini melihatnya).

Durasi pertunjukan Skid Row bahkan lebih pendek dari band sebelumnya. Ini melengkapi segala kekurangan pertunjukan malam itu. Membawa set list yang 90% sama dengan set list di Ancol, pertunjukan kali ini diselamatkan oleh In A Darkened Room yang tidak dibawakan lima tahun lalu.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail