Speaker Bluetooth Sebagai Pasangan Musik Dari Telepon Genggam

sudutdengar_speakerbluetooth

Saya percaya bahwa mendengarkan musik tidak lagi didominasi menggunakan perangkat pemutar kaset, CD dan piringan hitam lagi. Bahkan kalau ketiganya digabung pun, tidak sanggup untuk mengalahkan jumlah pemutar musik terkini yaitu, telepon selular. Sebagai bukti, lihat saja sekitar. Sambil menunggu bus, di atas bus, sambil bekerja dan aktivitas sambil lainnya, agar praktis musik didengar lewat telepon genggam.

Masih belum percaya? Industri juga memperlihatkannya. Operator selular sampai perlu untuk mengeluarkan produk khusus yang berhubungan dengan layanan streaming musik. Di toko elektronik, di toko yang sama, penjualan telepon genggam lebih tinggi daripada perangkat audio serius.

Tren ini juga didukung oleh keberadaan perangkat pendukung lainnya. Sekarang ini semakin mudah dan semakin banyak pilihan untuk mendapatkan speaker bluetooth. Speaker ini mulai menggantikan speaker aktif yang sifatnya berdimensi besar (apalagi jika berpasangan dengan subwoofer), perlu dihubungkan dengan tenaga listrik (atau mengambil daya melalui USB port) dan memerlukan koneksi kabel aux. Sama dengan telepon genggam, speaker bluetooth menawarkan kepraktisan. Menggunakan batere yang dicharge, speaker bluetooth dapat mudah dipindahkan. Dan satu lagi jualan utama kemudahannya, yaitu tidak perlu konkesi kabel untuk menyalurkan nada keluar dari speaker.

Berbagai bentuk dan merek sudah dipasarkan di Indonesia. Dari merek yang belum pernah didengar, sampai merek yang memang dari dulunya fokus untuk produk audio. Merek-merek besar seperti Yamaha dan Denon sampai perlu turun mengambil pasar ini karena produk ini yang dibeli oleh para penikmat musik. Bahkan merek yang kekuatan utamanya bukan audio, seperti Logitech sampai juga merasa perlu untuk memasuki pasar speaker bluetooth.

Bentuknya pun bermacam-macam. Dari yang cuma speaker tunggal sehingga bisa dibawa pada saat kita bergerak, misalnya sambil mengayuh sepeda. Sampai ke desain unik dan warna-warni sehingga bisa masuk ke dalam estetika disain interior rumah.

Walaupun detil suaranya tidak sebaik produk audio masa lalu, suara yang dikeluarkan sudah cukup bagi penikmat musik. Sama seperti musik dari telepon genggam, jualan utamanya bukanlah kualitas melainkan kepraktisan. Selama kepraktisan bisa didapat, maka tinggal unduh dan streaming saja tidak perlu mencari kesempurnaan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail