Terima Kasih Kepada Mereka Yang Membuat Gig Ramai

penonton

Penjualan album terus saja menurun. Belum tampak adanya obat manjur untuk membuatnya tegak berdiri lagi dengan bangga. Sedangkan dunia pertunjukan semakin gebyar. Terdapat beberapa gig yang sepi,tapi kalau artisnya sedang atau pernah top, serta merek festivalnya sudah paten, maka aliran penonton akan masuk dengan deras.

Lho katanya yang beli album semakin sedikit? Yang bisa juga diartikan penggemar musik semakin sedikit. Tapi kok yang datang ke konser jumlahnya bisa lebih besar dari penjualan albumnya?

Karena yang datang ke arena konser tidak hanya penggemar musik saja. Kalau hanya menjaring penggemar musik saja, promotor bisa gigit jari. Mereka harus putar otak untuk mendapatkan segmen yang lain. Ini adalah beberapa tipe orang yang datang ke gig, berdasarkan pengamatan kami yang sambil lalu, karena kami lebih tertarik untuk menonton musik daripada menonton penonton.

  1. Penggemar

Sudah mengumpulkan semua albumnya. Mengkoleksi merchandisenya. Si artis akhirnya datang ke dekat rumah. Hukumnya wajib buat menonton. Pencarian tiket dimulai. Playlist di konser sebelumnya dipelajari. Merekalah yang berteriak paling kencang, meloncat paling tinggi dan terus menyanyi termasuk lagu yang tidak hit.

  1. Penonton Lifestyle

Mereka hanya tahu hitsnya saja, atau bahkan tidak tahu lagunya sama sekali. Mereka selalu siap menghinggapi gig yang diperkirakan akan memiliki kadar pecah yang tinggi. Tidak penting mereka bisa menyanyi bersama. Tingkat kebahagiaan mereka diukur dari seberapa banyak foto dari arena konser yang bisa ditampilkan di media sosial.

  1. Pendamping

Bisa jadi mereka adalah korban yang bahagia. Karena tidak punya teman dan merasa jengah di arena konser yang padat tidak punya teman ngobrol, maka penggemar mengajak seseorang untuk pergi. Jika si calon pendamping tidak mau pergi, kalau perlu penggemar mengeluarkan uang lebih untuk membelikannya tiket. Kalau ada penonton yang jejingkrakan gila-gilaan dan di sebelahnya hanya tersenyum bahkan kelihatan malu dengan kelakuan orang di sebelahnya, nah itu dia si pendamping.

  1. Wartawan

Adalah kewajiban bagi promotor mengundang wartawan untuk mengulas jalannya konser. Ulasan yang baik di media massa akan membuat para penonton lifestyle yang melewatkan acara, merasa menyesal. Dan di acara berikutnya mereka bertekad akan datang.

  1. Blogger

Lebih seringnya datang tanpa undangan, membeli tiket sendiri. Misinya adalah datang ke banyak gig, mengulasnya habis-habisan. Dan berharap suatu hari nanti akan menjadi blogger yang dipandang oleh promotor. Selanjutnya dia akan masuk ke dalam daftar yang harus diundang oleh promotor. Era nonton gig gratis pun akhirnya datang.

  1. Orang Tua

Ini juga termasuk pendamping. Bagi promotor ini merupakan keuntungan besar. Untuk konser yang penggemarnya muda belia, para bapak atau ibu akan menemani mereka pergi karena merasa tidak aman membiarkan anaknya pergi sendirian ke konser. Ibaratnya pembelian tiket selalu berlipat dua. Mudah sekali mengenali mereka, seperti menemui keluarga di mal.

  1. Undangan

Pernah beli tiket di calo dan tercantum undangan di atasnya? Promotor selalu menyisakan tiket lebih untuk dibagikan kepada sponsor atau pihak lainnya yang mendukung acara. Bisa saja penerima undangan termasuk penggemar dan penonton lifestyle, sehingga mereka berbaur. Tapi kalau melihat ada kumpulan orang yang dilihat dari usia serta penampilan tidak sesuai di tempatnya, itulah mereka penerima undangan yang sebenarnya.

  1. Penonton Yang Menonton Penonton

Mereka tidak fokus dengan yang ada di atas panggung. Mereka lebih fokus kepada penonton yang berada di sekeliling mereka. Cindera mata yang mereka bawa pulang bukanlah kaos dari booth merchandise, melainkan nomor telpon dan foto penonton.

Bagaimanapun motif kedatangan mereka ke arena konser, tetaplah berterima kasih kepada mereka. Karena tanpa mereka, gig tidak seramai seperti sekarang. Teruslah menonton gig.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail