X –Men – Setelah Perang | Dendang Pop Punk Bergembira

sudutdengar_xmen_setelahperang

Saya kurang mengerti apakah memberi nama sebuah band sama dengan komik rekaan Marvel adalah ide yang baik. Atau X-Men berarti mereka pengikut straight edge yang sering memberi tanda X pada tangannya. Oh..mereka tidak memainkan hardcore, di lagu pertamanya di album Setelah Perang, mereka mengikrarkan diri sebagai punkrock’a. Mendengarkan keseluruhan, band ini memainkan punk ringan banyak melodi berkecepatan tinggi atau yang biasa yang disebut dengan pop punk. Soal nama bandnya, saya tidak mau melanjutkan lebih jauh lagi. Biarlah nama menjadi nama.

Dari trek kedua, Rekapitulasi ’45, saya mulai tertarik dengan album ini. Selain riff ketat yang menyambar melodi vokal, yang diperlukan untuk membuat pop punk menarik untuk didengar adalah kemampuan untuk bisa membuat percaya. Dengan keterbatasan produksi, band ini mampu untuk menyampaikannya. Semangat dan energinya terdengar di setiap instrumen dan juga teriakan vokalnya yang tidak terlalu memaksakan dirinya untuk berteriak sekencang-kencangnya.

Tanpa jeda langsung disambut dengan nomor berikutnya, Setelah Perang sama dengan judul albumnya, satu lagi lagu yang merangsang untuk menerobos barisan penonton malu-malu dan terjun ke pit. Saat kedua lagu ini dimainkan secara berkelanjutan, rentetannya bagaikan adegan-adegan drama yang dibangun untuk melintasi puncak demi puncak.

Terdapat dua hal lagi yang saya dapatkan ketika mendengarkan album ini, yaitu naif dan rasa gembira. Naif sebagai album pertama ini bukanlah album yang sempurna. Tidak sedikit kekurangan di departemen produksi untuk menyelaraskan seluruh bebunyiannya secara berimbang. Bahkan kecacatannya dibiarkan terbuka di hasil akhir. Tapi justru kenaifan secara terbuka ini yang membuat punk menjadi menarik dan muda.

Sedangkan rasa gembira muncul apa pun dan bagaimana pun lirik lagunya. Di Goodbye Aprilia, untuk sebuah perpisahan ini adalah lagu yang gembira, bahkan terlalu gembira. Genjotan riff yang bertebaran memompa semangat bahwa apa pun yang terjadi, hidup berlanjut. Buat apa susah karena susah tak ada gunanya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail