Yang (Masih) Dikoleksi Oleh Kolektor Musik

sudutdengar_cds

Tidak dapat dipungkiri bahwa cara untuk mengkonsumsi musik sudah jauh berbeda dibandingkan 15 tahun yang lalu. Semakin banyak orang yang menyambut produk non fisik yang didapat melalui Internet, karena kemudahan dan kepraktisannya. Tapi tidak jauh dari sini, masih di sekitar kita juga, bahkan mungkin orang yang paling dekat dengan kamu, para pengumpul artefak masih giat mencari dan menggali apa saja yang terbenam di bawah bumi dan juga hamparan rilisan baru dari artis dan perusahaan rekaman yang berbaik hati memproduksi produk yang bisa dipegang.

Berikut adalah barang-barang yang masih menjadi incaran para kolektor yang haus sentuhan fisik. Mereka bersedia untuk membayar mahal dan bahkan yang paling ekstrem adalah terbang jauh dari rumahnya hanya untuk mencium baunya dan secara sukarela melepaskan banyak lembaran dari dompetnya.

Piringan Hitam – terima kasih kepada para hipster yang mengangkat kembali pamor produk lingkaran besar dengan lubang di tengahnya ini. Kata mereka, musik yang dikeluarkan terasa manusiawi dibandingkan nada yang diproduksi dari kode binari. Menempati tahtanya sebagai raja, dengan harga paling mahal dibandingkan produk rekaman lainnya. Keterbatasan produksi membuat harganya semakin membumbung, sekaligus semakin seksi

Compact Disc – Produk paling digital dari semua produk rekaman fisik. Kuantitasnya cukup banyak tersedia di pasaran. Bahkan seringkali muncul produk rilis ulangnya. Banyak di antara kolektor yang masih tetap mencari dan fokus ke CD karena kantungnya belum mampu naik tingkat ke piringan hitam.

Kaset – Sepertinya generasi milenial tidak akan mengenali kaset sebagai salah satu produk rekaman yang dulu sempat menjadi paling populer karena harganya yang cukup bersahabat walaupun kualitas suara di bawah CD dan piringan hitam. Justru karena cela kualitasnya, banyak kolektor kaset yang ngeyel terus mendengarkan kasetnya. Ada yang selalu dikangeni dari karakter suara kaset dibanding produk lainnya, bela mereka. Tapi jangan salah, beberapa gelintir kaset kini telah menjadi barang langka dan harganya bisa mengalahkan piringan hitam.

Kaos – Dulunya adalah produk sampingan dari artis, tapi kini bisa menjadi penyumbang utama pemasukan agar artis bisa tetap mendedikasikan dirinya kepada seni. Saking populernya, banyak penggemar yang tidak memiliki satu pun rekaman fisik (termasuk tidak pernah membeli lagu digitalnya) tapi bisa punya setengah lusin kaos dari satu artis kegemarannya saja.

Memorabilia – Merupakan benda-benda yang pernah digunakan oleh artis atau yang terkait dengan musiknya. Bisa jadi perangkat musik atau kostum yang pernah dipakai di atas panggung. Atau sekarang bisa melebar ke lembaran kertas coret-coretan lirik saat pengambilan rekaman. Atau jangan-jangan nanti bekas tissue saat artis makan siang juga bisa dijual. Pengumpul memorabilia adalah mereka yang punya kantung dalam serta sudah masuk dalam tatanan akut.

Kalau ada teman atau saudara yang meneteskan liurnya dan menunjukkan tanda-tanda gelisah ketika berada dekat-dekat dengan barang-barang seperti daftar di atas, maka sudah pasti mereka masuk dalam golongan kolektor yang perlu diwaspadai.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail